JUAL BURNER UNTUK TANKI ASPAL DAN DRUM DRAYING AMP
Dalam rangkaian mesin AMP terdapat mesin pengering/pemanas yaitu Drum Rotary Dryer, mesin rotary Dryer membutuhan pembakaran yang tinggi untuk menghasilkan suhu yang tinggi juga untuk memanaskan material batu yang panas dengan suhu yang sudah di tentukan, sebelum nantinya di mixing menggunakan Mesin Asphat Mixing Plant.
Burner/Pembakar juga terdapat banyak type dan jenis, namun tentunya tidak semua merk burner mampu di tempatkan pada mesin Rotary dryer, di samping tempatnya berdebu juga suhu di sekitar burner juga tinggi.
Pengertian Burner AMP Drum Drayer
Burner AMP Adalah Burner yang di gunakan untuk proses pemanasan/ Pembakaran Material pada mesin Rotary Driyer. deangan proses pembakaran membutuhkan suhu yang sangat tinggi dan membutuhkan kalori diantara 3000 kW – 10.000 kW. tergantung dari kapasitas rotary di masing masing site mesin AMP ( Asphalt Mixing Plant)
Mesin AMP (unit produksi campuran beraspal) adalah seperangkat peralatan mekanik dan elektronik dimana agregat dipanaskan, dikeringkan dan dicampur dengan aspal untuk menghasilkan campuran beraspal panas yang memenuhi persyaratan tertentu.
AMP dapat terletak di lokasi yang permanen atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Apabila ditinjau dari jenis cara memproduksi campuran beraspal dan kelengkapannya, ada beberapai jenis AMP, yaitu: a) AMP jenis takaran (batch plant) b) AMP jenis drum pencampur (drum mix) c) AMP jenis menerus (continuous plant) Namun secara umum kebanyakan AMP dikategorikan atas jenis takaran (timbangan) atau jenis drum pencampur.
PT Indira Mitra Boiler selaku penyedia Burner untuk Industry di Indonesia juga menyediakan burner untuk AMP ( Asphalt Mixing Plant ) dengan berbagai kapasitas sesuai dengan kebutuhan AMP tersebut. Diantaranya :
Burner Riello untuk Rotary AMP
Burner untuk AMP memiliki kapasitas yang cukup besar di kisaran 1163/3488-7558 kW, Untuk setiap AMP membutuhkan kapasitas dan kebutuhan yang berbeda – beda.
Di Indonesia sebagian besar jenis AMP yang ada adalah dari AMP jenis takaran. Bagian Bagian AMP jenis Timbangan adalah.
- Bin dingin (cold bins)
- Pintu pengatur pengeluaran agregat dari bin dingin (cold feed gate)
- Sistem pemasok agregat dingin (cold elevator)
- Pengering (dryer)
- Pengumpul debu (dust collector)
- Cerobong pembuangan (exhaust stack)
- Sistem pemasok agregat panas (hot elevator)
- Unit ayakan panas (hot screening unit)
- Bin panas (hot bins)
- Timbangan Agregat (weigh box)
- Pencampur (mixer atau pugmill)
- Penyimpanan bahan pengisi (mineral filler storage)
- Tangki aspal (hot asphalt storage)
- Sistem penimbangan aspal (aspal weigh bucket)
Tahapan operasi Burner Solar
- Start
- Blower menyala lebih dahulu (pre-purge) selama sekitar 10–30 detik untuk membersihkan ruang bakar dari sisa gas atau uap bahan bakar.
- Penyalaan
- Ignition transformer menghasilkan tegangan tinggi (sekitar 8–15 kV).
- Elektroda menghasilkan percikan api.
- Fuel pump mengalirkan solar ke nozzle.
- Nozzle mengubah solar menjadi kabut halus (atomisasi).
- Pembakaran
- Kabut solar bercampur dengan udara dari blower.
- Percikan api menyalakan campuran tersebut.
- Flame sensor mendeteksi adanya api.
- Operasi normal
- Burner menghasilkan nyala api stabil.
- Temperatur outlet dryer dijaga oleh temperature controller.
- Burner dapat bekerja ON/OFF atau modulating (besar api berubah sesuai kebutuhan).
- Shutdown
- Solenoid valve menutup aliran solar.
- Api padam.
- Blower tetap beroperasi beberapa saat (post-purge) untuk mendinginkan burner dan membersihkan ruang bakar.
Komponen utama burner solar
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Tangki solar | : Menyimpan bahan bakar |
| Filter | : Menyaring kotoran agar nozzle tidak tersumbat |
| Fuel pump | : Memberikan tekanan pada solar |
| Pressure regulator | : Mengatur tekanan bahan bakar |
| Solenoid valve | : Membuka/menutup aliran solar |
| Nozzle | : Mengabutkan solar menjadi kabut halus |
| Blower | : Menyuplai udara pembakaran |
| Elektroda | : Menghasilkan percikan api |
| Ignition transformer | : Sumber tegangan tinggi untuk elektroda |
| Flame sensor | : Mendeteksi keberadaan api |
| Burner controller | : Mengatur seluruh urutan kerja burner |
Parameter operasi yang umum
- Tekanan pompa solar: 7–14 bar (beberapa tipe hingga 20 bar).
- Suhu nyala api: sekitar 1.000–1.400°C di inti api, tergantung rasio udara–bahan bakar.
- Suhu udara panas yang masuk ke rotary dryer biasanya 150–600°C, disesuaikan dengan jenis material agar tidak rusak atau terbakar.
Gangguan yang sering terjadi
- Api tidak menyala: nozzle tersumbat, elektroda kotor, tekanan solar rendah, atau ignition transformer rusak.
- Api putus-putus: filter solar kotor, ada udara di saluran bahan bakar, atau flame sensor kotor.
- Asap hitam: udara pembakaran kurang atau nozzle aus sehingga atomisasi buruk.
- Api terlalu besar atau kecil: tekanan pompa tidak sesuai atau setelan udara–bahan bakar tidak tepat.
Pada rotary drum dryer, kualitas atomisasi solar sangat menentukan efisiensi. Solar yang menjadi kabut halus akan terbakar lebih sempurna, menghasilkan panas yang lebih stabil, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan emisi asap lebih rendah.
Demikian pengenalan mengenai Burner AMP, kami PT indira Mitra Boiler selain menyupplay Burner kami juga dapat Setting, memodifikasi burner agar dapat di sesuaikan dengan lokasi AMP. Untuk Info Lebih lanjut dapat menghubungi kami
Jika Anda tertarik dengan salah satu produk kami, atau memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi staf penjualan kami sekarang untuk katalog terperinci kami.
Hubungi Kami PT. INDIRA MITRA BOILER- Office : Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, RT.026/RW.005, Kosambi, Kec. Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530
-
- Whatsapp = 0895 3287 02165
- Mobile = 0821 1185 1623Gudang : Blk. D19 Jl. Utama Raya Perum Permata Sepatan No.21, Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520
- Email = wahyuidm86@gmail.com
- = wahyuspi46@gmail.com







Comments
No comment yet.