JUAL IGNITION ELECTRODE UNTUK BURNER
Ignition electrode untuk burner adalah komponen penyala api yang berfungsi untuk menghasilkan percikan listrik (spark) guna menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar (combustion chamber).
Berikut penjelasan lebih rinci:
Ignition electrode (elektroda pengapian) pada burner berfungsi sebagai pemantik api — komponen penting untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Berikut penjelasan lengkap tentang cara kerja, prinsip, dan komponennya
Cara Kerja Ignition Electrode pada Burner
-
Tegangan tinggi dari ignition transformer
-
Saat burner mulai beroperasi, kontrol burner (biasanya dari burner controller atau flame safeguard) mengirimkan sinyal ke ignition transformer.
-
Transformer ini menaikkan tegangan listrik dari sekitar 220 V AC menjadi 5.000 – 10.000 volt AC.
-
-
Pembentukan loncatan bunga api (spark)
-
- Tegangan tinggi tersebut dialirkan ke ignition electrode, yang biasanya terdiri dari dua ujung logam (atau satu ujung ke ground).
- Karena adanya beda potensial tinggi antara ujung elektroda dan ground (atau elektroda lain), terjadi loncatan bunga api (spark) di celah udara kecil (1–3 mm).
-
Penyalaan campuran bahan bakar dan udara
-
- Spark yang kuat ini muncul tepat di area keluarnya campuran bahan bakar (gas, minyak, atau uap) dan udara pembakaran.
- Energi panas dari spark menyebabkan campuran bahan bakar dan udara terbakar, menyalakan nyala utama burner.
-
Selesai pengapian
-
- Setelah flame sensor (biasanya flame rod atau UV sensor) mendeteksi bahwa api telah stabil, sistem kontrol memutus arus ke ignition transformer.
- Dengan begitu, ignition electrode berhenti memantik, dan api terus menyala dengan pembakaran normal.
Komponen yang Terlibat
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Ignition transformer | Menghasilkan tegangan tinggi (5–10 kV) |
| Ignition cable | Mengalirkan arus tinggi ke elektroda |
| Ignition electrode | Tempat terjadinya loncatan bunga api |
| Burner controller | Mengatur waktu dan urutan pengapian |
| Flame detector | Mendeteksi apakah api telah menyala atau belum |
Fungsi Utama:
- Menghasilkan percikan api (spark) dari tegangan tinggi (biasanya 5–10 kV atau lebih) yang dikirim oleh ignition transformer atau ignition unit.
- Percikan tersebut menyalakan campuran udara dan bahan bakar (gas, solar, atau minyak bakar) pada saat start-up burner.
Prinsip Kerja:
- Saat burner mulai menyala, kontroler burner mengaktifkan ignition transformer.
- Transformator tersebut mengirimkan tegangan tinggi ke ignition electrode.
- Ujung elektroda yang terpasang di dekat nozzle burner menghasilkan loncatan bunga api ke ground electrode atau body burner.
- Percikan ini menyalakan campuran bahan bakar dan udara.
Jenis & Bahan:
- Biasanya terbuat dari logam tahan panas seperti nikel alloy dengan isolator keramik (alumina).
- Bentuk dan panjang elektroda disesuaikan dengan tipe burner (gas, diesel, dual fuel, dll).
Posisi Pemasangan:
- Harus dekat dengan ujung nozzle, tetapi tidak terlalu menempel agar tidak cepat aus.
- Celah percikan (spark gap) biasanya sekitar 2–4 mm, tergantung spesifikasi burner.
Perawatan:
- Bersihkan elektroda dari karbon, jelaga, atau kerak secara berkala.
- Pastikan jarak elektroda dan ground sesuai spesifikasi.
- Ganti jika ujung aus, retak, atau keramik rusak.
Kami Menyediakan Ignition Electrode dengan Merk sebagai berikut
- IGNITION ELECTRODE KROM SCHRODER
- IGNITION ELECTRODE RIELLO
- IGNITION ELECTRODE WESTWOOD
- IGNITION ELECTRODE BENTONE
- IGNITION ELECTRODE NUWAY
Jika Anda tertarik dengan salah satu produk kami, atau memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi staf penjualan kami sekarang untuk katalog terperinci kami.
Hubungi Kami
CV. RATMAN BEJO
- Gudang : Blk. D19 Jl. Utama Raya Perum Permata Sepatan No.21, Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520
- Whatsapp : 0895 3287 02165
- Mobile : 0821 1185 1623
- Email : wahyuspi46@gmail.com


Comments
No comment yet.