Burner control module atau modul kontrol pembakar adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk mengatur, memantau, dan mengendalikan proses pembakaran pada sistem burner (pembakar), seperti yang digunakan pada boiler, furnace, atau oven industri.
Berikut penjelasan lebih lengkapnya
Fungsi Utama Burner Control Module:
Mengatur urutan kerja burner Modul ini mengontrol urutan operasi seperti:
Purging (pembersihan udara sebelum nyala)
Penyalaan (ignition)
Pembukaan katup bahan bakar
Pengendalian api (flame control)
Shutdown otomatis jika terjadi gangguan
Memantau kondisi nyala api Menggunakan sensor (flame sensor / UV / IR / photocell) untuk memastikan api benar-benar menyala. Jika api padam atau tidak terdeteksi → modul akan mematikan burner secara otomatis untuk mencegah ledakan atau kebocoran gas.
Keamanan sistem pembakaran Modul memastikan bahwa bahan bakar tidak mengalir tanpa ada nyala api. Jika ada kesalahan (misalnya kegagalan ignition, tekanan bahan bakar tidak stabil, sensor rusak), modul akan mengunci sistem (lockout) dan menampilkan kode error.
Kontrol otomatis & interlock Terhubung dengan berbagai sensor dan aktuator (seperti tekanan udara, limit switch, dan kontrol suhu) untuk memastikan semua kondisi aman sebelum pembakaran dimulai.
Komponen yang Umumnya Terhubung ke Burner Control Module:
Ignition transformer (pengapian)
Gas/oil valve (katup bahan bakar)
Air damper / blower motor (aliran udara)
Flame sensor (deteksi api)
Limit switch & pressure switch (keamanan)
Controller atau PLC (pengendali utama sistem)
Contoh Merek / Model Burner Control Module
CONTROL BURNER DANFOSS
CONTROL BURNER DUNGS
CONTROL BURNER HONEYWELL
CONTROL BURNER KROM SCHRODER
CONTROL BURNER OLYMPIA
CONTROL BURNER RIELLO
CONTROL BURNER SATRONIC
CONTROL BURNER SIEMENS
CONTROL BURNER WEISHAUPT
CONTROL BURNER BENTONE
CONTROL BURNER CROUZET
CONTROL BURNER SOOKOOK
CONTROL BURNER CUENOD
Modul control burner (modul pengendali pembakar) berfungsi untuk mengatur dan mengontrol proses pembakaran pada sistem burner, seperti pada boiler, oven industri, atau furnace. Modul ini memastikan pembakaran terjadi aman, efisien, dan stabil, sesuai urutan dan kondisi yang telah ditentukan.
Berikut penjelasan cara kerja modul control burner secara umum
1. Penerimaan Sinyal Awal (Start Sequence)
Ketika sistem menerima perintah start (misalnya dari panel kontrol atau sistem otomatisasi):
Modul kontrol memeriksa semua kondisi keselamatan (safety interlock) seperti:
Tekanan udara pembakaran mencukupi
Level bahan bakar normal
Tidak ada alarm fault aktif
Posisi damper dan valve dalam kondisi aman
Jika semua kondisi terpenuhi, modul melanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Purge (Pembersihan Ruang Bakar)
Sebelum api dinyalakan, modul membuka damper udara sepenuhnya untuk meniup udara bersih ke dalam ruang bakar selama waktu tertentu (biasanya 20–60 detik). Tujuannya adalah mengeluarkan sisa gas atau bahan bakar agar tidak terjadi ledakan saat penyalaan.
3. Ignition (Penyalaan Awal)
Setelah proses purge selesai:
Modul menutup damper ke posisi awal pembakaran.
Igniter (pemantik listrik / elektroda) diaktifkan.
Solenoid valve bahan bakar pilot dibuka (bahan bakar pilot gas atau minyak dinyalakan terlebih dahulu).
Modul memonitor sensor nyala (flame sensor) — misalnya UV sensor atau photocell.
Jika nyala terdeteksi → lanjut ke tahap utama. Jika tidak terdeteksi dalam waktu tertentu → sistem lockout (alarm, pembakaran gagal).
4. Main Flame (Pembakaran Utama)
Setelah api pilot stabil, modul membuka valve bahan bakar utama.
Nyala api utama terbentuk dan modul kembali memverifikasi adanya nyala api melalui sensor.
Jika nyala api stabil → sistem masuk ke mode operasi normal.
5. Modulasi dan Pengaturan Operasi
Pada mode operasi normal:
Modul mengontrol rasio udara-bahan bakar agar pembakaran efisien.
Dapat mengatur tingkat api (low–high fire) sesuai kebutuhan panas.
Sensor suhu, tekanan, atau aliran akan memberikan umpan balik ke modul agar output stabil.
6. Shutdown / Stop Sequence
Ketika sistem menerima perintah stop atau ada kondisi abnormal:
Valve bahan bakar utama ditutup.
Udara terus ditiup beberapa detik untuk mendinginkan ruang bakar.
Setelah itu sistem berhenti total dan menunggu perintah start berikutnya.
7. Fitur Keamanan (Safety Features)
Modul control burner biasanya dilengkapi dengan:
Flame failure detection → mematikan bahan bakar jika api padam.
Pressure switch → memastikan tekanan udara & bahan bakar sesuai.
Lockout relay → mencegah restart otomatis setelah gagal nyala.
Alarm system → memberi sinyal kesalahan atau gangguan
Jika Anda tertarik dengan salah satu produk kami, atau memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi staf penjualan kami sekarang untuk katalog terperinci kami.
Hubungi Kami
CV. RATMAN BEJO
Gudang : Blk. D19 Jl. Utama Raya Perum Permata Sepatan No.21, Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520Whatsapp : 0895 3287 02165
Mobile : 0821 1185 1623
Comments
No comment yet.