JUAL NOZZLE SOLAR/OIL UNTUK BURNER

  • Next Post
  • Previous Post

JUAL NOZZLE SOLAR/OIL UNTUK BURNER

NOZZLE SOLAR/OIL UNTUK BURNER

Oil nozzle untuk burner” adalah komponen penting pada burner (alat pembakar) berbahan bakar minyak/solar). Secara sederhana, fungsinya adalah untuk menyemprotkan bahan bakar minyak dalam bentuk kabut (atomisasi) agar mudah terbakar saat bercampur dengan udara. Tanpa nozzle yang tepat, pembakaran akan tidak efisien, menghasilkan asap tebal, atau bahkan bisa merusak burner.

Beberapa poin penting tentang oil nozzle untuk burner:

Fungsi Utama:

  • Mengubah minyak dari bentuk cair menjadi kabut halus (atomisasi).
  • Mengontrol pola semprotan (spray pattern) agar pembakaran merata.
  • Menentukan jumlah bahan bakar yang keluar per satuan waktu (flow rate).

Jenis-Jenis Nozzle:

  • Full cone: Membuat semprotan berbentuk kerucut penuh. Cocok untuk ruang bakar besar.
  • Hollow cone: Membuat semprotan berbentuk cincin (hollow), baik untuk pencampuran udara yang lebih baik.
  • Solid stream: Aliran minyak seperti batang padat, jarang dipakai untuk burner biasa.

Spesifikasi yang Penting:

NOZZLE SOLAR/OIL UNTUK BURNER

JUAL NOZZLE SOLAR/OIL UNTUK BURNER

  • Flow rate: Misalnya 0.5 – 2.5 galon per jam (GPH).
  • Spray angle: Misalnya 30°, 60°, 80° tergantung bentuk ruang bakar.
  • Pressure: Nozzle bekerja optimal pada tekanan tertentu, misalnya 100 psi.

Material: Biasanya terbuat dari kuningan atau baja tahan karat karena bersentuhan langsung dengan minyak panas dan tekanan tinggi.

Kami menyediaka Nozzle dengan berbagai ukuran dan merk sebagai berikut:

  • NOZZLE DELAVAN
  • NOZZLE DANFOSS
  • NOZZLE FLUIDICS
  • NOZZLE MONARCH
  • NOZZLE STEINEN
  • NOZZLE WEISHAUPT

Sistem kerja nozzle solar/oil untuk burner berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar cair (seperti solar, minyak tanah, atau heavy oil) menjadi partikel-partikel halus agar mudah bercampur dengan udara dan terbakar secara efisien di dalam ruang bakar (combustion chamber).

Berikut penjelasan cara kerja sistem nozzle burner secara rinci

1. Prinsip Dasar

Nozzle bekerja dengan mengubah tekanan fluida (bahan bakar) menjadi kecepatan tinggi, sehingga bahan bakar keluar dalam bentuk kabut (atomized fuel).
Tujuan utamanya:

  • Membentuk spray pattern (pola semburan) yang merata.
  • Menghasilkan ukuran droplet bahan bakar yang kecil agar mudah terbakar.

2. Komponen Utama Sistem Nozzle

Komponen Fungsi
Pompa bahan bakar Meningkatkan tekanan solar agar dapat diatomisasi oleh nozzle (biasanya 7–20 bar untuk burner kecil, hingga 25–30 bar untuk industri).
Filter Menyaring kotoran agar tidak menyumbat nozzle.
Preheater (optional) Memanaskan bahan bakar berat (HFO) agar viskositas turun dan mudah diatomisasi.
Nozzle Mengabutkan bahan bakar berdasarkan tekanan dan desain orifis.
Elektroda penyulut (ignitor) Menyalakan campuran udara–bahan bakar di awal pembakaran.
Fan atau Blower udara Menyediakan udara pembakaran (primary air) agar pembakaran sempurna.

3. Proses Kerja Nozzle Burner

  1. Bahan bakar dipompa dari tangki ke nozzle melalui sistem pompa dan filter.
  2. Tekanan bahan bakar meningkat (biasanya 7–25 bar).
  3. Di dalam nozzle, bahan bakar melewati swirl chamber — bagian spiral yang membuat bahan bakar berputar cepat.
  4. Saat bahan bakar keluar dari orifice (lubang ujung nozzle), tekanan berubah menjadi kecepatan → bahan bakar keluar sebagai kabut halus (atomized spray).
  5. Blower udara meniup udara ke arah semprotan bahan bakar untuk mencampurkannya.
  6. Elektroda menyulut api, dan campuran udara–bahan bakar terbakar di ruang bakar.
  7. Kontrol otomatis burner (flame sensor, solenoid valve, dll.) mengatur siklus nyala–mati dan keamanan.

4. Jenis Nozzle Berdasarkan Pola Semprotan

Tipe Nozzle Pola Semprotan Kegunaan
Hollow Cone Semprotan membentuk cincin (kosong di tengah) Cocok untuk burner dengan pencampuran udara tinggi
Solid Cone Semprotan padat penuh Untuk burner kecil dengan udara rendah
Semi-Solid Cone Kombinasi keduanya Umum dipakai di burner industri menengah

5. Hal Penting dalam Operasi

  • Tekanan bahan bakar harus stabil → jika turun, kabut kasar dan pembakaran tidak sempurna.
  • Nozzle harus bersih → kotoran sedikit saja bisa mengubah pola semprotan.
  • Viskositas bahan bakar (terutama untuk minyak berat) harus sesuai rekomendasi pabrik nozzle.
  • Posisi dan arah nozzle harus tepat terhadap aliran udara agar api stabil.

6. Efek dari Kerusakan Nozzle

Kerusakan Gejala Dampak
Nozzle tersumbat Api tidak stabil, asap hitam Pembakaran tidak sempurna
Erosi orifice Pola semprotan berubah Konsumsi bahan bakar naik
Tekanan tidak sesuai Spray kasar/terlalu halus Efisiensi menurun

 

Jika Anda tertarik dengan salah satu produk kami, atau memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi staf penjualan kami sekarang untuk katalog terperinci kami.

Hubungi Kami

CV. RATMAN BEJO

  • Gudang : Blk. D19 Jl. Utama Raya Perum Permata Sepatan No.21, Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Next Post
  • Previous Post

You cannot copy content of this page